Selasa, 26 Mei 2015

Penyeleksian Kondisi

Teori
            Pada umumnya satu permasalahan yang komplek memerlukan suatu penyelesaian kondisi.
Dengan menyeleksi suatu kondisi, maka selanjutnya dapat ditentukan tindakan apa yang
harus dilakukan, tergantung pada hasil kondisi penyeleksian. Jadi suatu aksi hanya dikerjakan
apabila persyaratan atau kondisi tertentu terpenuhi.

1. Statement If-Then
a. Penyeleksian Satu Kasus, dengan menggunakan struktur IF-THEN:
Pada penyeleksian satu kasus, kondisi akan diseleksi oleh statemen if. Bila kondisi
bernilai benar (true), maka aksi sesudah kata then (dapat berupa satu atau lebih aksi)
akan diproses. Bila kondisi bernilai salah (false), maka tidak ada aksi yang akan
dikerjakan. Statemen endif adalah untuk mempertegas bagian awal dan bagian akhir
struktur IF-THEN.

Struktur Penulisan IF-THEN :
if kondisi then
aksi

b. Penyeleksian Dua Kasus, menggunakan struktur IF-THEN-ELSE:
Dalam struktur IF-THEN-ELSE, aksi1 akan dilaksanakan jika kondisi bernilai benar
(true), dan jika kondisi bernilai salah (false) maka aksi2 yang akan dilaksanakan.
Statemen else menyatakan ingkaran (negation) dari kondisi.

Struktur penulisan IF-THEN-ELSE :
if kondisi then
aksi1
else
aksi2

c. Penyeleksian Tiga Kasus atau Lebih (Penyeleksian IF Tersarang)
Untuk penyeleksian tiga kasus atau lebih juga menggunakan struktur IF-THEN-ELSE
sebagaimana halnya permasalahan dua kasus.

Struktur penulisan IF-THEN-ELSE tersarang :
if kondisi1 then
aksi1
else
if kondisi2 then
aksi2
else
aksi3

Contoh Kasus !

1. Untuk penyeleksian 1 kasus :

Program kondisi_if_then
Var
nilai :real;
ket : string [11];
Begin

Ket :=’ tidak lulus’;
Write(‘ nilai yang didapat = ‘);
Readln(nilai);

If nilai > 60 then ket:=’lulus’;
Writeln(ket);
Readln;


End.

2. Untuk penyeleksian 2 kasus :

Program kondisi_if_then_else
Var
nilai :real;
Begin

Write(‘ nilai yang didapat = ‘);
Readln(nilai);

If nilai > 60 then
Writeln(’lulus’);
else
Writeln(‘tidak lulus’);
Readln;

End.

3. Untuk Penyeleksian 3 kasus atau bersarang :

Program if_then_tersarang
var
nilai: integer;
Begin

write('Masukkan nilai : '); readln(nilai);
if nilai >= 82 then
write ('Nilai A')

else if nilai >= 72 then

write ('Nilai B')

else if nilai >= 56 then

write ('Nilai C')

else if nilai >= 41 then

write ('Nilai D')

else if nilai <= 40 then write ('Nilai E');

readln;
end.

2. Statement CASE
Struktur CASE-OF mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan
sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang
mempunyai tipe sama dengan selector. Statement yang mempunyai case label yang bernilai
sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang
statemen yang lainya tidak.

Kondisi1, kondisi2, … kondisiN dapat bernilai benar atau salah. Tiap kondisi diperiksa nilai
kebenarannya mulai dari kondisi pertama sampai ditemukan kondisi yang benar. Jika kondisi
ke-k benar, maka aksi ke-k dilaksanakan, selanjutnya keluar dari struktur CASE. Aksi yang
dipasangkan dengan kondisi ke-k dapat lebih dari satu, karena itu ia berupa runtunan. Jika
tidak ada satupun kondisi yang benar, maka aksi sesudah otherwise (optional) dikerjakan.

Contoh Kasus !

Untuk penggunaan case of... :

Program case_nilai;
var
nil : char;

Begin
Write('Nilai Numerik yang didapat :');
Readln(nil);

Case nil of
'A': Writeln('Sangat Baik');
'B':Writeln('Baik');
'C': Writeln('Cukup');
'D': Writeln('Kurang');
'E': Writeln('Sangat Kurang ');

End;

End.

Untuk lebih jelasnya, silahkan download pdf berikut ini download disini.
atau untuk sebagai bahan referensi lainnya silahkan download dokumen word berikut ini download disini.

Teman-teman juga dapat menyaksikan video tutorial kami di youtube pada channel pascal untuk pemula atau kalian dapat mengaksesnya ke youtube dengan mengklik disini.

well..
keep spirit and happy coding guys ^^v



Tidak ada komentar:

Posting Komentar